
Dampingi Kunker Tenaga Ahli Mentan di NTT, Kepala BSIP Tanaman Pangan Gelar Rakor, Gertam, dan Panen
Dalam rangka pendampingan kegiatan Pertambahan Areal Tanam (PAT) Pompanisasi dan Padi Gogo, Kepala BSIP Tanaman Pangan Dr. Ir. Priatna Sasmita, MSi sebagai Penanggung Jawab (PJ) Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Koordinasi, Gerakan Tanam, dan Panen Bersama di Kabupaten Kupang. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri (TAM) Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal Dr. Ir. Anny Mulyani, MS.
Rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (23/04) di Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal Dr. Ir. Anny Mulyani, MS didampingi tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, PJ Satgas Pangan Provinsi NTT, Kepala BSIP Tanaman Pangan Dr. Ir. Priatna Sasmita, MSi, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Umbu Wanda, SP, MSc, Kepala BBPP Kupang Dr. Ir. Yulia Ani Kurniawaty, MSi, Kepala BSIP NTT Dr. Ir. Sophia Ratnawaty, MSi, Kepala SMK PP Kupang Dr. Bogarth K. Watuwaya, SPt, MSc, Perwakilan Danrem 161/Wirasakti Provinsi NTT, serta LO Provinsi dan kabupaten/kota, Dandim, serta Kepala Dinas Pertanian se-Provinsi NTT yang hadir baik secara daring maupun luring.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BSIP Tanaman Pangan mengingatkan tentang tanggung jawab LO atau PJ tiap Kabupaten/Kota di Provinsi NTT serta pentingnya sinergitas antara dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, PJ Kementan, dan TNI pada program pompanisasi agar kinerja yang dicapai sesuai dengan target yang diharapkan.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri, Dr. Ir. Anny Mulyani, MS, menyampaikan arahan akan pentingnya kesamaan pemahaman atas kriteria PAT padi. Harapan beliau penyajian data luasan areal tanam dapat dibedakan antara LTT reguler, PAT pompanisasi, dan padi gogo. Hal ini penting untuk dicermati karena akan mempengaruhi perhitungan target penambahan produksi pada Juni mendatang. Di akhir sesi dilakukan diskusi dan tindak lanjut untuk membahas tentang Evaluasi Progres PAT yang telah dilaksanakan.
Masih dalam rangkaian kunjungan kerja TAM dan pendampingan Satgas Pangan Provinsi NTT dilakukan gerakan tanam bersama pada Rabu (24/04) di lahan sawah tadah hujan dengan Indeks Pertanaman (IP) 100 yang berlokasi di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Selanjutnya, juga dilakukan kunjungan menuju lahan sawah tadah hujan lainnya yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Kondisi lahan yang nampak retak-retak karena kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Jika kondisi ini terus berlanjut, dapat mengancam terjadinya gagal panen bagi para petani. Oleh karena itu, besar harapan petani kegiatan Pompanisasi dapat segera direalisasikan guna mencegah terjadinya ancaman gagal panen.
Program Pompanisasi yang dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan IP padi pada lokasi tersebut yang semula hanya dapat satu kali tanam per tahun (IP 100) menjadi IP 200 (dua kali tanam per tahun). Di akhir kunjungan, dilakukan kegiatan peninjauan sumber air yang tersedia dan kegiatan panen bersama di lahan petani.